oleh

Aktifitas Pembatik Pekalongan Lumpuh Selama 10 Hari

Faster.id, Pekalongan – Banjir yang merendam sebagian wilayah utara dan barat Kota Pekalongan yang lebih 10 hari melumpuhkan aktifitas pengrajin batik. Ketinggian air akibat hujan deras dan kiriman banjir dari kali Bremi dan kali Ketapang saat ini masih mencapai 50-80 centimeter.

Pemerintah Kota Pekalongan masih memperpanjang status bencana sampai 21 hari ke depan. Pasalnya, pekerja dan pengrajin batik tak  bisa lagi beraktifitas dan diungsikan ke tempat aman.

Pengrajin batik Pasirsari merk Cahyo, M Firdaus mengaku selama banjir merendam aktifitasnya berhenti total. Sejak saat itu, pengiriman kain batik ke sejumlah toko dalam kota maupun luar kota ditunda sampai genangan air surut. “Total tidak ada penjualan dan produksi batik. Kami tidak bisa ngapain,” beber Firdaus.

Belakangan, banjir yang merendam tempat produksinya sampai saat ini belum surut, apalagi cuaca ekstrim hujan masih setiap hari.

Langganan banjir setiap tahun di Kota Pekalongan tak separah tahun ini. Banjir tahun ini merupakan banjir terparah dengan predikat status darurat.

Pekerja batik yang tidak bisa bekerja kali ini telah diungsikan ke beberapa tempat pengungsian. Beberapa kelompok masyarakat, relawan, dan ormas Pemuda Pancasila pun secara sukarela membantu persedian dapur umum. Beberapa bantuan pun telah dikirim , baik lewat bantuan CRS BUMN, Menteri Sosial dan donatur.(007)

Berita Terkini