oleh

Bahrul Didapuk Pimpin Badqo TPQ Lima Tahun Mendatang

Faster.id, Semarang – Dr Bahrul Fawaid didapuk sebagai Ketua Badan Kordinasi Taman Pendidikan al-Quran (Badqo TPQ) Kota Semarang Periode 2019-2024. Amanah jabatan baru tersebut sebagaimana hasil Musyawarah Daerah VI yang dilangsungkan di Hotel Al Ashri pada 17-18 Januari 2020 kemarin.

Terpilihnya Bahrul setelah mengeser 6 calon yang mendaftar dilangsungkan melalui dua putaran. Adapun pemilihan itu dipimpin oleh pimpinan sidang dari Wakil Ketua Badqo TPQ Jateng, Sihabudin. Putaran pertama dalam pemilihan yang digelar secara tertutup itu, memunculkan 6 calon. Diantaranya ada ketua petahana Mustafirin, kemudian Sumanto, Sihabudin, Aminuddin, Muh Feqih dan Bahrul Fawaid.

Dalam putaran pertama, Bahrul memperoleh 29 suara, kemudian Mustafirin 2 suara, Sumanto 2 suara. Sihabudin 1 suara, Aminudin 4 suara, Muh Feqih 11 suara dan 1 suara golput. Karena para calon belum tercukupi 75 persen plus 1, maka dilakukan putaran kedua mengambil 3 besar. Pada putaran kedua Aminudin mendapat 2 suara padahal sudah menyatakan mundur karena masih menjabat Ketua Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kota Semarang. Kemudian Muh Feqih 14 suara dan Bahrul 33 suara. Adapun total pemilik hak suara ada 49 dari perwakilan 16 kecamatan dan pengurus Kota Semarang yang hadir.

Menanggapi hasil pemilihan itu, Dr Bahrul Fawaid, langsung membentuk tim formatur. Pihaknya juga memastikan akan segera berkordinasi dengan Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Kemenang Kota Semarang untuk menyampaikan progres Badqo TPQ Kota Semarang kedepan. Dikatakannya, TPQ adalah lembaga pendidikan Islam untuk anak-anak yang menjadikan anak-anak mampu membaca Alquran secara baik dan benar yang sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid.

Dikatakannya, pengurus Badko TPQ mempunyai tugas dan fungsi membina, mendorong, dan mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan Alquran. Sehingga TPQ di Kota Semarang semakin maju tidak hanya dari lembaganya saja tetapi juga para pendidiknya atau ustaz.
Jika sudah demikian, maka jiwa qurani akan tertanam dan mendarah daging di dalam ruh dan jiwa anak-anak yang menimba ilmu di TPQ. Dampaknya, ke depan agar masyarakat Kota Semarang hidup berdampingan dengan saudara-saudara yang lain agama, etnis, dan suku secara harmonis.

“Kami berharap pembinaan terhadap TPQ bisa lebih maksimal lagi ke depannya,” harap Dr Bahrul Fawaid, Selasa (21/1/2020).

Dari catatannya, terdapat 1.168 TPQ di seluruh wilayah Kota Semarang. Dari jumlah itu, terdapat 5.044 ustaz atau pendidik dan 65.249 santri atau siswa. Menurutnya salah satu misi pendidikan dan pengajaran TPQ ialah untuk mencetak dan menyiapkan generasi bangsa yang qurani, yang kokoh berakidah, taat dan rajin beribadah, berbudi luhur, serta cinta tanah air dan NKRI.

Ketua Umum Badko TPQ Jawa Tengah Ateng Chozani Miftah, menyebutkan santri Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) di Jawa Tengah bakal menerima materi kebangsaan dalam menjalani masa pembelajarannya. Dikatakannya, ikhtisar atau konsep kurikulum kebangsaan usia dini tersebut bakal dikombinasikan dengan metode pendidikan agama Islam, yang sejatinya merupakan dua hal yang saling berpadu.

“Secara penerapan materi akan dititikberatkan pada sisi afektif,” katanya.
Ateng mengatakan pada pengajaran kebangsaan usia dini, penekanan pada sisi afektif dianggap lebih tepat. Sebab, langsung berkaitan dengan sikap dan nilai, dibanding kognitif maupun psikomotorik yang dirasa terlalu susah dijangkau anak-anak.

“Karena mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai, diharapkan santri TPQ bakal mengerti arti perbedaan,” sebutnya.

Dengan diterapkannya materi kebangsaan pada TPQ, diharapkan mengikis paham radikalisme dan intoleransi. Terlebih dengan jumlah besar TPQ di Jawa Tengah yang mencapai 500 per kabupaten, diyakini efektif untuk upaya tersebut. (006)

 

Berita Terkini