oleh

BPPH PP Ingatkan Kader Pemuda Pancasila Waspadai Kejahatan ITE

Faster. id, Solo – Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Pemuda Pancasila mewaspadai kejahatan penggunaan  Informasi Teknologi yang kerap bersinggungan dengan pelanggaran hukum.

Dihadapan ratusan kader Pemuda Pancasila Kabupaten Karanganyar, Ketua BPPH Jateng,  Dwi Nuryanto Ahmad menyampaikan arus globalisasi yang ditandai penggunaan media sosial begitu rawan pelanggaran hukum.  “Dimana pun kita bisa berkomunikasi dengan siapa pun,  pacar kita di luar kita bisa berkomunikasi yang di Amerika.  Kita mau beli produk apa saja, baik shoope,  buka lapak dan lazada.  Cukup dengan jari kita dan genggaman taman kita ada ditangan,” ujar DNA,  saat memberikan penyuluhan hukum di Plaza Palur Karanganyar,  Minggu (22/12/2019).
Ia menyebutkan penggunakan media sosial memiliki dampak baik dan buruk. Penggunaan medsos yang buruk dalam pelanggaran ITE diancam pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar.  Akan tetapi, kejahatan pelanggaran ITE mengintai setiap pengguna yang melanggar norma sosial,  menyebarkan berita hoax,  pencemaran nama baik,  pengancaman dengan tujuan kekerasan,  mentransmisikan atau menyebarkan konten konten pornografi, serta menggunakan medsos yang dapat menimbulkan perpecahan antara kelompok,  suku maupun ras.
“Bahanya pengguna medsos sering tidak sadar,  apalagi perempuan yang suka memakai medsos.  Coba bayangkan saja,  denda Rp1 miliar kalau dibelikan kaos bisa seluruh kader PP karangnayar bisa memakai semua itu, ” tegasnya.
Hal serupa pula diungkapkan sekertaris Majelis Pimpinan Wilayah PP Jateng,  Paryono sebagai pembicara dalam talk show kebangsaan.
Paryono sebagai pendiri PP Karanganyar mengingatkan pentingnya semangat kebangsaan dan kesatuan dalam bingkai NKRI bai kader Pemuda Pabcasila diseluruh pelosok.  Beberapa kelompok ekstrimisme yang ingin mengganti ideologi pancasila akan tumbuh dan berkembang. Manakalah di setiap pelosok desa tidak ada kader yang menjaga bersama. “Hal ini bukan saja menjadi tugas pemerintah,  badan Intelejen,  Babin Kamtibnas yang bisa memgawasi adanya kelompok kelompok yang ingim memecah belah Indonesia dengan mengganti ideologi.  Kemampuan Babin cuma ada 1, BIN setiap kabupaten juga belum tentu ada.  Maka itu tugas siapa,  Kalau Busan laser Pemuda Panvasila, ” ungkap dia.
Ia menyebut kelompok-kelompok yang ingin merongrong ideologi bangsa akan hilang,  jika disetiap pelosok ada kader Pemuda Pancasila. Sebaliknya,  mereka akan terus berkembang dan tumbuh membuat kelompok yang merusak tatanan ideologi bangsa, jika tidak ada kader pemuda pancasila. “Saya itu hanya memupuk,  maka kuatkan struktur bangunan rumah yang dibuat nyaman.  Barulah kita isi perangkatnya,  seperti Sapma,  Srikandi,  BPPH. Kita tidak butuh kuantitas kader pemuda pancasila yang dalam jumlah kualitas banyak,  tapi kita butuh kader PP yang berkualitas menjaga ideologi bangsa,” tukas dia.  (007/uky)

Berita Terkini