oleh

Broto Hastono Didapuk Ketua Peradi Semarang Secara Aklamasi

Faster.id – Broto Hastono, SH MH kembali kedua kali terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Semarang secara aklamasi yang berlangsung di hotel New Puri Garden Tawangsari Semarang, Sabtu (02/11/2019). Dari 55 peserta musyawarah cabang yang hadirĀ  tidak ada satu pun bakal calon yang bersaing dengan petahana periode 2015-2019 tersebut.

Pimpinan sidang rapat Muscab langsung mendapuk Broto memegang komando periode 2019-2024, setelah dinyatakan peserta rapat yang hadir dinyatakan sah dan dianggap kourum .

Ketua panitia organizing comimtte Bangkit Mahantiyo, menyatakan awalnya panitia Muscab telah mengundang 155 anggota jumlah peserta, namun waktu yang sudah ditentukan molor dua jam. Pimpinan sidang pun akhirnya mengetuk palu selama 10 menit agar menunggu peserta kourum. “Sampai dengan pukul 10.10 WIB tidak ada satu pun peserta yang melebihi kourum satu per dua (1/2), dianggap dan disepakati jumlah peserta kourum untuk diteruskan rapat pleno dan komisi,” beber Bangkit.

Awalnya, Ketua terpilih Broto Hastono menghendaki mundur, bila ada calon kandidat yang siap menjalankan estafet baru. Namun, seluruh peserta menghendaki agar advokat dan kurator yang suka hobby menggambar sketsa itu untuk kembali kedua memegang amah puncuk DPC Peradi Semarang “Rumah Bersama”.

Menanggapi hal itu, Ketua terpilih Broto Hastono mengatakan bakal melanjutkan program yang belum tereleasasi pada periode sebelumnya, yaitu pendidikan berkelanjutan bagi anggotanya untuk mengasah keilmuan. Beberapa program yang dipaparkan antara lain focus grup discusion (FGD) setiap 3 bulan sekali, menyelenggarakan pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) dengan menggandeng universitas di Semarang dan ujian profesi advokat .

“Kita bulan November besuk mengadakan ujian profesi, dan telah bekerja sama mengadakan pendidikan bagi calon advokat dengan Unisbank, Universitas Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 dan Universitas Diponegoro yang sudah teken MoU kemarin. Mereka sangat antusias sebagai penyelenggara pendidikan dan menyusun kurikulum yang kompeten,” ujar dia.

Ia berharap anggota pada era revolusi industri 4.0 harus siap menyongsong secara profesional. Hal itu mengingat persaingan jasa advokat dari luar negeri pada pasar bebas, terutama harus mampu bahasa inggris dan iptek. “Dua kunci itu anggota harus dipegang. Apalagi mulai awal tahun di Pengadilan Negeri Semarang sidang sudah memakai e-litigasi dan pendaftaran perkara e-court. Jika, ada kesulitan dari organisasi siap membantu,dan itu tujuan organisasi profesi advokat dibentuk untuk melindungi jka terjadi masalah hukum,” pungkas Broto. (uky)

Berita Terkini