oleh

DPRD Nilai Kualitas Bangunan Gapura Nusantara Buruk

Faster.id, Pekalongan – Sejumlah anggota DPRD mempertanyakan kualitas bangunan Gapura Nusantara di Alun-Alun Kota Pekalongan. Pasalnya,  proyek senilai Rp2,33 miliar itu dilaksanakan secara asal-asalan. Penilaian sejumlah anggota dewan saat melakukan sidak di lokasi, Rabu (15/01/2020).

Menanggapi hasil bangunan Gapura Nusantara yang baru saja diresmikan Wali Kota Pekalongan, HM Saelani Mahfud pada 22 Desember kemarin, Ketua DPRD Kota Pekalongan Balgis Diab menyesalkan hasil pembangunan tidak memenuhi persyaratan dan standar kualitas. Pasalnya, beberapa item pekerjaan yang belum selesai antara lain pemasangan lampu, dan kualitas warna cat. Dan masih beberapa item pekerjaan pleseteran belum rampung.

“Semestinya dalam perencanaan memakai lampu LED, tapi yang dipasangn lampu biasa. Ada tempat lampu, namun tidak ada lampunya, dan beberapa item lain belum selesai,” kata dia.

Balgis menyesalkan beberapa item pekerjaan masih perlu pembenahan. Sebab, beberapa item pekerjaan tidak sesuai kualitas perencanaan. Selama masa pemeliharaan 180 hari, kontraktor/ pelaksanan diminta menyelesaikan temuan pekerjaan belum sempurna. “Kontraktor harus membenahi selama masa pemeliharaan 6 bulan. Pemerintah kota juga bertanggungjawab sebagai pengguna anggaran. Kita akan awasi selama masa pemeliharaan karena tugas kita controlling,” terang Balgies.

Proyek senilai Rp2,33 miliar yang dikerjakan CV Kuda Mas itu diduga tidak sesuai spek saat temuan rombongan anggota dewan melakukan sidak di lokasi. Setelah dilakukan sidak di lokasi, sejumlah anggota DPRD menilai kontruksi Gapura Nusantara tidak etis.

Ketua Komisi B DPRD Kota Pekalongan Abdul Rozak meminta agar inspektorat melakukan uji lab pekerjaan item pengecatan. Pasalnya, hasil pekerjaannya diduga ada kejanggalan tidak sesuai spek.

Dalam kesempatan itu, tampak rombongan terdiri dari Ketua DPRD Balgis Diab, Wakil Ketua DPRD Edy Supriyanto, Ketua Komisi B Abdul Rozak, Mabrur Salim, H Rizkon, Azmi, Mungzilin, dan anggota DPRD lain.

Mereka tampak marah-marah terhadap Direktur CV. Kuda Mas yang beralamat di Batang tersebut. Pasalnya, selaku direktur tidak tahu menahu pelaksanaan pekerjaan saat ditanya sejumlah anggota DPRD.  (007)

 

Berita Terkini