oleh

Hendi Anugerahi Peduli Badqo TPQ

Faster.id, Semarang – Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi menerima penghargaan sebagai tokoh peduli Taman Pendidikan Alquran. Anugerah itu diberikan pengurus Badqo TPQ kota Semarang di kebun buah Argosari Mijen, kemarin Minggu.

Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami akan berusaha meningkatkan segala pelayanan terhadap masyarakat, termasuk layanan terhadap pendidikan keagamaan non formal seperti TPQ. Penghargaan ini tentunya jangan cuma jadi pemanis, melainkan kita harus bergerak bersama membangun Semarang yang kita cintai ini,” kata Hendi di hadapan sekitar 4.000 ustadz TPQ, madin, dan guru sekolah.

Penghargaanya diberikan Ketua Badko TPQ Kota Semarang, Dr Bahrul Fawaid kepada Walikota Semarang dihadapan 4000 dari berbagai pendidik guru agama, dan ustad. Selama ini kepengurusannya berhasil meraih beragam penghargaan dan sudah didaulat menjadi juara umum 3 tingkat Jawa Tengah pada perlombaan Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke VII tingkat Jaten, yang diikuti 2650 kontingen dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah pada (22-23/11/2019) lalu di Boyolali.

Diantaranya meraih juara 1 kategori pidato bahasa Indonesia, nasyid juara 3, Cerdas Cermat Qur’an juara 1, juz amma juara 1, pidato bahasa Inggris juara 3, pidato bahasa Arab juara 1, menyanyi lagu Indonesia Raya juara 2. Atas beragam juara itu akan turut serta mewakili Jateng berlomba di tingkat nasional pada Juni mendatang di Kalimantan Tengah.

Menyikapi penghargaan yang diterimanya, Hendrar Prihadi, mengatakan, bahwa apa yang dilakukan pihaknya atas nama Pemerintah Kota Semarang pada dasarnya hanya ingin menjalankan amanat peraturan perundangan dengan baik. Selain itu, menurutnya, peran TPQ sangat besar dalam menanamkan pemahaman dan pengamalan keberagamaan yang komprehenship.

Ditemui terpisah, Ketua Badko TPQ Kota Semarang, Dr Bahrul Fawaid, menyampaikan, bahwa pendidikan keagamaan non formal, termasuk TPQ, sudah diatur dalam peraturan perundangan di Indonesia. Diantaranya ada Undang-Undang nomor 20 tahun 2003, Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2007 dan Peraturan Menteri Agama nomor 13 tahun 2014. Dengan demikian, pendidikan keagamaan non formal merupakan satu bentuk pendidikan yang diakui eksistensinya di Indonesia. Untuk itu sudah sepantasnya, negara berkewajiban memfasilitasi hal tersebut.

“Secara khusus, di Kota Semarang sudah mempunyai Perda Kota Semarang nomor 1 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pendidikan di Kota Semarang. Tentunya kami apresiasi dikepemimpinan pak Hendi dan ibu Ita, yang punya kepedulian terhadap TPQ,”ujarnya.

Menurutnya, penghargaan itu diberikan kepada Hendi tidak lepas dari kebijakan Walikota Semarang dalam pengembangan TPQ, baik secara kuantitas maupun kualitas. Selain itu, Pemerintah Kota Semarang, di bawah kepemimpinan Hendi, juga dinilai sudah melaksanakan amanah peraturan perundangan dengan sangat baik.

Perhatian pak Hendi dalam bentuk komunikasi koordinatif dan konsultatif, program pembinaan terhadap ustadz, peningkatan kapasitas ustadz, fasilitasi kegiatan-kegiatan ke-TPQ-an, terlebih dalam bentuk bisyaroh setiap bulan,”jelasnya.

Bahrul, juga memberikan bukti nyata kepedulian Hendi. Yakni pada tahun 2020 sudah ada sebanyak 2.525 ustadz TPQ menerima insentis sebesar Rp 350ribu setiap bulan. Menurutnya, sekalipun kebijakan dan perhatian yang diberikan Pemkot Semarang sudah berlangsung bertahun-tahun, ada titik baiknya karena selalu ada peningkatan.

Kepemimpinan Hendi-Ita ini, peningkatannya cukup baik, membuat Badko TPQ Kota Semarang memutuskan memberikan penghargaan tersebut, yang semuanya sudah diputuskan dalam rapat pengurus,” ujarnya. (008)

Berita Terkini