oleh

Kader PP Ditekankan Bijak Bersosmed

Faster.id – Kader Pemuda Pancasila dimintai bijak menggunakan sosial media yang rentan terjerat pelanggaran informasi transaksi elektronik (ITE). Pasalnya, beberapa klausula ayat dalam undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE terdapat pasal karet.

Dalam kesempatan itu, Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Kabupaten Kendal Dodi Mohammad Immanudin menyampaikan kepada kader Pemuda Pancasila agar berhati-hati dalam menggunakan sosmed.
Dirinya menjelaskan satu persatu ayat UU ITE yang rawan menjerat pengguna sosmed, baik mentransmisikan, mendistribusikan, menyebarluaskan dalam transaksi elektronik.

“Kita coba kepada anggota agar berhati-hati dalam setiap menyampaikan sosmed, baik whats app, facebook, twitter dan kartu atm dalam penggunaannya,” kata dia, saat memberikan penyuluhan kepada puluhan kader di balai kelurahan Pekauman Kendal, Minggu (01/12/2019).

Beberapa peserta yang mengukuti penyuluhan hukum terlihat antusias. Hampir peserta dari unsur Sapma, BPPH, Srikandi, dan Pengurus Anak Cabang Kendal.

Kebiasaan kaum hawa menyebarluaskan penggunaan media sosial begitu rentan atas pelanggaran hukum penyalahgunaan informasi elektronik. Pasalnya, hampir dominan perempuan yang melek terhadap media sosial tidak memahami resiko tinggi pelanggaran informasi elektronik.

Hal senada dikatakan Ketua Badan Perburuan BPPH Provinsi Jateng, Joko Adhi Prastowo bahwa penggunaan medsos harus bijak dan selektif. “Dulu kalau bilang mulutmu harimau mu, dan sekarang dalam bermedsos tanganmu harimau mu,” ujar dia, didampingi Joko Purwanto.

Diketahui, kasus pelanggaran ITE dialami oleh kader Pemuda Pancasila di Magelang. Kasus itu mencuat terhadap kaum perempuan yang melek mengunggah video rumah hantu menjadi viral. Namun, pemilik rumah merasa keberatan jika rumah yang rencananya dijual tidak lagu, akibat ulah anak-anak remaja yang iseng menjadi youtubers. (uky)

Berita Terkini