oleh

Kajati Jateng dan LBH Akad Sepakati Integritas Penegakkan Hukum

Faster.id, Semarang РKepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Priyanto SH MH menyepakti  penegakkan hukum dengan advokat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Advokasi Keadilan secara jujur dan fair. Komitmen bersama  itu dibangun pada sela-sela silaturahmi yang berlangsung di Kejati Jateng, Kamis (13/02/2020).

Rombongan LBH Akad berjumlah 14 pengurus melakukan audiensi yang langsung ditemui Kajati dan didampingi Asisten Tindak Pidana Umum Joko Purwanto. Pembicaraan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut diikuti selak canda tawa.

Rombongan yang dipimpin Dr Achmad Arifullah dan rekannya mengharapkan dalam penegakkan hukum antara LBH Akad dan penyidik harus berintegritas, tanpa ada tendensi maupun pengaruh lain.

Kami sebagai advokat dalam mendampingi klien sesuai porsi lembaga masing-masing. Kejaksaan tetap sesuai tracknya dan kita pun sesuai fungsi penegakkan hukum,” ujar dia.

Sebaliknya, Kepala Kajati Priyanto pun menimpali apa yang diharapkan rombongan LBH Akad. Ia menegaskan adanya audiensi merupakan hubungan yang baik dalam sinergitas, bukan berati ada komunikasi intensif mengenai perkara yang ditanganinya. “Ya, kita bukan berati kenal dengan advokat LBH Akad ini terus minta diturunkan hukumannya, minta dibantu. Kita tetap sesuai fungsi pro justicia sesuai korps kami,” gurau dia.

Ia pun tak menampik bila dalam perkara yang sedang ditangani terdapat oknum yang tidak jujur dan fair. Tetapi, di instansi lembaga korps adiyasa dijamin tidak ada oknum yang ‘bermain’.

Saat ini, Kejati Jateng telah menerapkan sistem pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Sistem demikian untuk mencegah bertemunya langsung antara klien advokat dengan penyidik langsung.

“Semua sudah satu pintu. Tidak advokat ketemu penyidik yang langsung di ruangan untuk lobi-lobi perkara,” beber dia.

Disebutkan pula bahwa stigma penyidik jaksa yang terkesan seram atau menakutkan tak lagi begitu. Peran penyidik dalam pencegahan hukum telah dilakukan secara humanis. Seperti program “Jaksa Menyapa”, melakukan penyuluhan hukum di tingkat desa dalam pembangunan dan beberapa program lain.

“Sekarang yang terkesan sangar itu justru advokat. Mukanya itu kalau dilihat seperti garang tidak pernah senyum,” tukas Priyanto. (007

Berita Terkini