oleh

Karyawan PT BAF Pekalongan Dituntut 20 Bulan

Pekalongan, faster.id – Jaksa Penuntut Umum mengganjar tuntutan Cendy Listin Farezky, seorang ibu dengan anak bayi berusia 3 bulan selama 1 tahun 8 bulan.  Dalam tuntutannya setebal 23 halaman dibacakan JPU melalui sidang video teleconference secara terpisah di Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, Kamis (29/04/2020).

Terdakwa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan Hukum dengan memakai nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat atau rangkaian kata bohong, ” ujar Susi Diani, Jaksa Penuntut Umum.

Dalam tuntutannya, Susi menguraikan unsur barang siapa yang menunjuk kepada subjek hukum atau pelaku tindak pidana yang didakwakan kedua Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Menurutnya, unsur-unsur itu beralasan dari keterangan saksi-saksi. Serta keterangan terdakwa sendiri. Terdakwa mendata dan membuat identitas konsumen yang membeli handphone secara kredit, lalu data pengajuan kredit dari konsumen.

Terdakwa serahkan saksi korban (Elycia Panduwinata-red) sambil mengatakan bahwa pengajuan kredit telah diajukan kepada PT BAF pekalongan tinggal menunggu persetujuan atau Acc, sehingga saksi korban mau mengeluarkan barang berupa handphone kepadanya untuk diserahkan kepada konsumen tanpa ada persetujuan tertukis dari PT BAF,” ucap Susi.

Terdakwa yang saat ini masih bersama anak balita berusia 3 bulan itu menangis, lantaran mendengar tuntutan yang dijatuhkan penuntut sangat tinggi dari ancaman pidana penggelapan dan/ atau penipuan dengan ancaman 4 tahun.

Dirinya melalui kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan pada sidang lanjutan. Sedianya sidang digelar secara terpisah dengan video teleconference di Rutan Kelas IIA Pekalongan. Sedangkan JPU berada di kantor Kejaksaan, sedangkan majelis hakim di ruang persidangan.

Menanggapi tuntutan JPU tinggi, Kuasa Hukum Muhammad Dasuki selama pemeriksaan di persidangan tidak mengarah pada unsur penipuan.

Justru kata dia, pemeriksaan seluruh saksi mengarah pada pasal 372 KUHP. “lah ini kita kira penggelapan terdakwa selama pemeriksaan. Kok malah penipuan yang dituntut, ” ucap dia. (008)

Berita Terkini