oleh

Ketum Jayanusa Usul Dr. As’ad Said Jadi Kepala BIN

FASTER.ID, WONOSOBO-Ketua Umum Jayanusa (Jama’ah Yasin Nusantara) Idham Cholid mengusulkan agar Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menunjuk Dr. As’ad Said Ali, sebagai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN). Menurutnya sosok tersebut sangat tepat dan sudah lama berkarir di BIN. Dari rekam jejaknya, dikatakannya, terakhir menjadi Wakil Kepala BIN, pernah juga menjabat Wakil Ketua Umum PBNU.

Beliau (As’ad) juga dari kalangan santri yang keilmuannya sudah tidak diragukan lagi. Kami yakin beliau sangat melengkapi strategi komprehensif Presiden Jokowi yang tengah siap berperang melawan radikalisme,”kata Idham Cholid, kepada Faster.Id, Minggu (2/10/2019)

Idham menelaah Pemerintah RI saat ini sedang gencar dan konsisten dalam pemberantasan Radikalisme. Ia menangkap gambaran itu setelah Presiden Jokowi membentuk Kabinet Indonesia Maju. Termasuk pernyataan tegas para menteri. Mulai Menkopolhukam, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, maupun Menteri Pertahanan, yang mana semua kompak akan menghadapi radikalisme dengan total. Tak ketinggalan, Kapolri Idham Aziz juga menyampaikan hal yang sama.

Maknanya sangat jelas terbaca, dimana negara tak akan main-main lagi dengan radikalisme. Dari cara presiden memilih menterinya saja sudah sangat jelas. Menteri Agama misalnya, yang selama ini dari kalangan partai dan NU, kini langsung dari purnawirawan jenderal. Seakan mengulangi apa yang dilakukan Presiden Suharto di jaman orde baru dahulu,“tandasnya.

Namun yang seharusnya menjadi catatan, lanjutnya, jangan sampai strategi tersebut justru terbaca lebih mengedepankan aspek pendekatan keamanan, tanpa mempertimbangkan pendekatan kultural dan lebih bersifat ideologis. Untuk itu, menurutnya, strategi tersebut harus ditempuh secara komprehensif.

Salah satunya, mengefektifkan sistem dan strategi intelejen kita, dalam hal ini BIN. Untuk itu saatnya Presiden memilih Kepala BIN yang benar-benar menguasai persoalan tersebut. Yang kami anggap As’ad Said Ali tepat menduduki Kepala BIN,“ungkap Idham, yang juga Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Wonosobo, itu.

Ia menilai, jika Menag sudah dari militer, maka jika kemudian Kepala BIN juga dari latar yang sama, lengkaplah sudah strategi yang akan berjalan, yang tentu menjadi tidak tepat dan justru tidak efektif sebenarnya. Maka dari itu, kata Idham, yang layak tampil haruslah orang yang menguasai betul akar permasalahan, mengetahui anatomi umat Islam dengan berbagai corak, warna dan prinsip-prinsip perbedaannya, bahkan menguasai diplomasi internasional terutama di kalangan dunia islam.

Yang tak kalah penting juga, orang yang sudah mempunyai rekam jejak karir di dunia intelejen. Tentunya beliaulah As’ad yang layak,”usulnya.

Dukungan yang sama disampaikan, Salah satu anggota Dewan Pendiri Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pencari Keadilan (LBH RUPADI), Darma Wijaya Maulana. Menurutnya, sudah sepantasnya As’ad Said didukung menjadi Kepala BIN. Ia menyatakan itu, melihat dari pertimbangan rekam jejaknya, yang jelas sudah lengkap layak ditunjuk Presidne Jokowi. Dengan demikian ia berharap Jokowi untuk bersedia menunjuk As’ad.

Dari rekam jejaknya memang mumpuni memimpin BIN. Kami sangat merekomendasikan Presiden Jokowi menunjuk beliau (As’ad). Dengan begitu semua bisa saling melengkapi,“ungkapnya. (DWM/008).

Berita Terkini