oleh

LBH AKAD Kecam Penolakan Pemakaman Korban Positif Covid-19

Semarang, faster.id – Sejumlah element masyarakat mengecam tindakan keji ketua RT Sewakul, Purbo atas penolakan jenazah perawat RSUP dr Kariadi bernama Nuria Kurniasih yang meninggal karena virus covid-19. Salah satunya Lembaga Bantuan Hukum Advokat Keadilan pun menyatakan prihatin atas penolakan jenazah yang meninggal karena tertular virus corona.

Kami atas nama LBH-AKAD sangat prihatin atas  tindakan penolakan pemakaman jenasah tersebut oleh sekelompok warga ataupun oleh warga setempat.  Perilaku itu sudah mencerminkan tidak ada nurani dan akal sehat yang mati,” Brojol Heri Astono, Presidium LBH Akad, dalam keterangan pers diterima Faster.id, di Semarang, Jum’at (10/04/2020).

Ia mengatakan tindakan penolakan ketua RT dan warga Sewakul, kelurahan Bandarjo kecamatan Ungaran sudah tidak ada rasa kemanusian.

Permohonan keluarga jenazah untuk disandingkan dengan makam ayahnya pun ditolak. Padahal, kata dia, jenazah merupakan warga asli setempat bukan pendatang.

Pihaknya membuka pendampingi untuk menempuh jalur hukum kepada keluarga jenazah kepada warga yang menolak pemakaman.

Kita membuka aduan, dan akan mendampingi supaya menjadi pelajaran bagi masyarakat umum yang ada kasus serupa,” beber dia.

Bagi pihaknya, kejadian serupa yang kedua kali pernah terjadi di Banyumas yang ditolak warga. Jenazah saat itu meninggal tertular virus covide-19 setelah menjalani perawatan di RSUD Maragono Soekarjo Purwokerto tanggal 31 Maret lalu.

Kami juga siap membantu siapapun yang merasa dirugikan atas adanya tindakan penolakan tersebut, oleh karena apapun alasannya, tindakan penolakan pemakaman oleh warga tidak dapat dibenarkan kecuali ada rekomendasi dari pihak yang berwenang,” tambah Ketua Harian Abdul Qohir Zakaria.

Karena penolakan itu, keluarga pun akhirnya bersedia dimakamkan di pemakaman umum Bergota Semarang berdekatan dengan RSUP dr Kariadi, setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turun tangan mengatasi penolakan warga tersebut.

Diketahui, jenazah meninggal pada Kamis 09 April kemarin, setelah melalui masa karatina dan perawatan media yang cukup panjang. Jenazah yang merupakan perawat di RSUP dr Kariadi meninggal karena tertular virus corona ketika dalam melaksanakan tugas.

Berita Terkini