oleh

Mahasiswa Unwahas Kenalkan Kepabeanan Ekspor-Impor

Semarang, Faster.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Mas mengenalkan kepabeanan ekspor-impor kepada mahasiswa Universitas Wahid Hasyim. Kegiatan pengenalan itu diselenggarakan dengan sosialisasi bertema “Kepabeanan dalam Ekport Import di Indonesia”, di Fakultas Kedokteran Unwahas Semarang, Senin, (16/12/19).

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum Mastur menyampaikan sosialisasi ini merupakan bagian dari pembelajaran yang harus didapatkan sebagai bahan perkuliahan mahasiswa, namun pada kesempatan ini dikemas secara berbeda, karena disampaikan langsung oleh pakar dan ahlinya dibidang kepabeanan.
“Sosialisasi ini juga bertujuan untuk menjalain silaturrahmi dan kerjasama antar kedua instansi baik didunia Pendidikan maupun dunia pekerjaan, sehingga acara ini memberikan manfaat bagi keduanya; imbuhnya sekaligus membuka acara secara resmi,” ujar dia.

Acara diikuti sekitar 150 mahasiswa Fakultas Hukum Unwahas. Panitia menghadirkan narasumber Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Heru Perwedi Sembiring, Kepala Seksi Penyuluhan Ade Novan Sagita. Kegiatan berlansung dari pagi hari yang ditandai dengan penutupan kenang-kenangan.

Dihadapan peserta, Heru Perwedi Sembiring menyampaikan prosedur Pabean di pelabuhan laut. Beberapa impor adalah objek bea masuk dengan daerah pabean wilayah Republik Indonesia, meliputi darat, perairan dan ruang udara diatasnya, serta tempat-tempat tertentu di ZEE dan landas kontinen.

Disinggung mengenai impor yaitu eksportir/seller/penjual, importir/ buyer/ pembeli, mediator (Broker), EMKL (Ekspedisi Muatan Laut), EMKU (Ekspedisi Muatan Kapal Udara), PPJK (Perusahaan Pengurusan Jasa Pepabeanan), Mengenai kewajiban pengangkutan ada dua syarat yang harus di penuhi 1.)

Sementara Ade Novan Sagita menyampaikan problem penyelendupan barang secara illegal yang terjadi di Indonesia begitu memprihatinkan. Pihaknya telah mengawasi keluar masuknya barang dan orang di kawasan pabean, TPS, Tempat Penimbunan Berikat, pabrik BKC, namun masih banyak celah yang bisa di masuki oleh oknum- oknum yang ingin memperkaya dirinya, bahkan perusahaan yang mereka pimpin. (008)

Berita Terkini