oleh

Masa Pandemi Covid 19, LBH Rupadi Adakan Aksi Berbagi

SEMARANG, FASTER.ID-Sekalipun baru seumur jagung kiprah Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (LBH Rupadi) kembali tunjukkan aksi kepedulian secara nyata ditengah-tengah wabah covid 19 atau virus corona. Kali ini bertepatan peringatan hari Kartini, organisasi yang berdiri pada 1 Oktober 2019, itu bagi-bagi 127 bungkus beras kepada warga yang membutuhkan. Diantaranya dibagikan ke sejumlah tukang becak kayuh, satpam, tambal ban, sopir angkot, tukang parkir, ojek online, pencari rosok yang ada di seputar jalanan di Kota Semarang dan banyak lagi, ditambah seorang penderita kusta di Bandarharjo, Semarang Utara.

Perwakilan LBH Rupadi Chyntya Alena Gaby dan R Marsudi saat membagikan sembako berupa beras

Kegiatan itu bertujuan untuk membantu meringankan beban warga sehingga dapat bermanfaat. Pembagian itu sendiri dilakukan oleh perwakilan tim LBH Rupadi, ada R Marsudi, Sudiyono, Okky Andaniswari, Chyntya Alena Gaby dan Muhamad Nastain, menggunakan 2 mobil dengan cara “Door Stop” langsung ke penerima yang sedang mangkal di pinggiran jalan. Aksi itu juga tindak lanjut dari pelaksanaan Cyber Counseling dan Konsultasi Hukum Gratis secara daring yang lebih dahulu di cetuskan dan masih berjalan diadakan organisasi yang dipimpin Dr. Bahrul Fawaid, itu.

Asisten Bidang Litigasi LBH Rupadi, Okky Andaniswari, mengatakan, barang yang dibagikan hanya beras sebungkus setiap penerima dengan berat sekitar 2,5 Kg. Ia mengaku sasaran awalnya hanya kepada pengayuh becak kayuh. Namun ternyata dilapangan yang lain juga kondisinya memprihatinkan, sehingga dibagikan langsung.

Semua hasil pemberian donatur sukarela dan iuran pengurus yang bersedia, niat kami murni untuk membantu pemerintah peduli warga. Dengan demikian pemerintah juga harus benar-benar memperhatikan semua sektor masyarakat, khususnya yang benar-benar membutuhkan, jangan asal beri dan asal data penerima,” kata Okky Andaniswari, didampingi asisten non litigasi, Sudiyono, disela-sela berbagi, Rabu (21/4/2020).

Pihaknya, berharap wabah Corona itu bisa segera berakhir dan masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dalam penerapan social distancing, phsycal distancing, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta gunakan masker apabila keluar dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pihaknya juga meminta apabila Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jateng tidak dilakukan secara cepat, melainkan diperhatikan dampaknya. Kemudian perhatikan keberadaan masyarakat kecil, yang ekonomi dan kebutuhannya memprihatinkan.

Apalagi dilapangan banyak bantuan yang tidak tepat sasaran, karena tidak merata. Kadang ada penerima yang hidupnya masih layak, tapi malah dapat, sementara yang membutuhkan tak kebagian,”imbuh Sekretaris Dewan Pendiri LBH Rupadi, Chyntya Alena Gaby.

Menurutnya lemberlakuan PSBB harus benar-benar dikaji dengan mempertimbangkan dampak dari kebijakan tersebut. Termasuk untuk sosial ekonomi, pemerintah harus sudah bisa melakukan pendataan terbaru golongan masyarakat miskin atau rentan miskin. Selain itu, jaringan pengamat sosial juga harus ditingkatkan, mengingat PSBB kakau diberlakukan akan mempengaruhi pendapatan warga yang memang harus bekerja di luar. Belum lagi perusahaan-perusahaan yang membandel juga di sanksi tegas. Termasuk perusahaan media seharusnya juga ikut libur.

Termasuk warga perantuan yang melakukan aktiftas atau tinggal di Kabupaten dan Kota di Jateng juga harus diperhatikan, kalau kondisinya memang miskin, harus diberi bantuan. Bagaimanapun mereka juga orang Indonesia, jangan cuma gara-gara KTP beda di abaikan,” ungkapnya. (OAN/008)

Berita Terkini