oleh

Tolak Permenristekdikti Soal PKPA, Peradi Tetap Jalan Seperti Biasa

Semarang, Faster.id – Pemberlakuan sistem Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) untuk menjadi program studi selama 4 semester oleh Peraturan Menristekdikti No.5 Tahun 2019 tidak disepakati organisasi advokat. Peradi “Rumah Bersama Advokat” tetap memberlakukan sistem bobot satuan kredit seperti biasa pada periode ajaran 2020 .

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Peradi Dr Luhut MP Pangaribuan menyatakan, konsep pemberlakuan profesi tidak bisa disamakan dengan pendidikan yang tidak bisa diatur oleh sistem pendidikan nasional. Karena kewenangan mengangkat profesi advokat adalah kewenangan organisasi, bukan perguruan tinggi.

“Kita tetap jalan, tidak ada urusannya dengan dikti. Itu kan bukan kewenangan perguruan tinggi untuk menjadi program studi,” ujar dia, usai mengisi PKPA Peradi Semarang di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Sabtu (23/11/2019).

Menurut Luhut, profesi notaris yang diatur Menristekdikti dengan ditempuh dua tahun banyak disesalkan. Mulai periode ini, program studi notaris bukan lagi menjadi program studi, melainkan profesi notaris yang ditempuh singkat.

Pendidikan Advokat di Amerika dengan sistem american bar asociation pun diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Kekeliruan itu akan diikuti oleh Menristekdikti. “Harvard School menanyakan hal itu. Di sana advokat malah diajari, Bagaimana mengajarinya.¬† Itu lah yang keliru,” pungkasnya.

Saat ini, Peradi Semarang yang¬† menyelenggaran PKPA menggandeng Fakultas Hukum Diponegoro pada periode 2019 ini tetap memberlakukan seperti biasanya. Artinya, PKPA kali ini tetap mengacu pada undang-undang nomor 18 Tahun 2003 tentang advokat selama tiga bulan dengan dipadatkan. “Kalau ada yang bilang begitu adalah rumor saja dan tidak dibenar. Kita tetap laksanakan sampai dengan waktu yang ditentukan. Kecuali kalau undang-undang advokat itu dirubah. Jadi, Permenristekdikti itu bertentangan dengan undang-undang,” ujar Ketua DPC Peradi Semarang, Broto Hastono.

Ia mengatakan PKPA periode kedua ini oleh pengajar profesional dari Undip maupun luar universitas. Beberapa pengajar dari kalangan praktisi dan akademisi. Antara lain Prof Nyoman Sarikat, Dekan FH Undip Prof Retno Sarawasti, Sekjen Peradi Teguh Santoso dan pengajar lain. “Saya sendiri termasuk ngajar. Dan beberapa pengaar lain,” beber dia.

Dengan begitu, ia berharap mutu dari 30 lulusan advokat dapat berkualitas, bermoral, quality fight, dan profesional tinggi. PKPA ditempatkan selama 3 bulan dengan jadwal dipadatkan. Artinya, passing grade dengan lulusannya tinggi, sehingga tidak mengejar kuantitas peserta. (007)

Berita Terkini