oleh

Warga Resah Pengambilan Air Bawah Tanah Picu Penurunan Tanah

Faster.id, Brebes – Maraknya penggunaan air bawah tanah (ABT) secara illegal di kabupaten Brebes menuai kritik dari warga. Mereka khawatir, pengambillan air bawah tanah secara illegal tersebut dapat menyebabkan kekeringan, kelangkaan air pada tahun tahun mendatang.
Samian salah satu warga kabupaten Brebes mengatakan, jika pengambilan secara illegal ini dibiarkan tanpa ada pemantauan langsung Dinas Pekerjaan Umum dan Penataar Ruang menyebabkan kekeringan dan penurunan tanah.  “Untuk itu,  kami mintai ditindak. Dikhawatirkan pada tahun-tahun yang akan datang, disini akan terjadi bencana kekeringan, kesulitan air dan sebagainya,” ujar kepada Faster.id, Rabu (2/01/2020).
Dirinya yang didampingi Muh. Rifa’i koordinator Lembaga Study Kebijakan Publik Jawa Tengah meminta kepada Aparat penegak Hukum dan Pemerintah Kabupaten Brebes untuk menindak, menghentikan praktek-praktek pengambilan air bawah tanah secara illegal tersebut.
“Kami menharap APH turun tangan, menyelidiki, memproses para pihak yang melakukan praktek pengambilan dan jual beli Air Bawah Tanah (ABT) secara illegal di Kabupaten Brebes ini,” pintanya.
Sebagaimana disampaikan Samian, di Desa Parereja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes terdapat perusahaan ternak ayam yang dikelolal PT. PHOCK PHAN, luas lahannya sekitar 30an hektar. Untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-harinya, PT. PHOCK PHAN membutuhkan ratusan hingga ribuan liter air bersih yang berasa dari sumber air bawah tanah. (007/uky)

Berita Terkini