oleh

Wartawan Dicecar 30 Pertanyaan Oleh Penyidik Polda Jateng

Faster.id, Semarang –Penyidik Cyber Dit Reskrimsus Polda Jateng memeriksa wartawan Jateng Garuda Citizen Widodo, terkait dugaan pencemaran  nama baik  penggede Laskar Merah Putih Kota Pekalongan Andi Sumarwanto. Pelaporan itu menyusul tugas peliputan aksi damai di halaman Polres Kota Pekalongan pada Juni 2019 lalu yang dilakukan vide streaming akun facebook miliknya.

Penasehat Hukum Muhammad Dasuki mengatakan kliennya masih menjalani sejumlah pemeriksaan yang statusnya sebagai saksi yang disangkakan pasal 45 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 sebagaimana telah diubah UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Klien kita dilaporkan oleh pelapor karena diduga mencemarkan nama baiknya yang diunggah dalam akun facebook pribadi, bukan akun facebook Jateng Garuda Citizen,” ucap dia, usai mendampingi pemeriksaan di Dit Reskrimsus Polda Jateng Banyumanik Semarang, Rabu (11/03/2020).

Dalam laporan polisi :LP/B/463/XI/2019/Jateng/Ditreskrimsus, lanjut dia, pelapor merasa nama baiknya dicemarkan, karena video yang tersimpan di beranda facebook kliennya menyerang kehormatan saat live video streaming.

Menurutnya, apa yang dilakukan kliennya saat itu merupakan tugas jurnalistik yang dilengkapi surat tugas Pemred dan mengenakan seragam. Artinya penyidik tidak bisa melakukan pemeriksaan lebih dahulu sebelum Pelapor meminta hak jawab sebagai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Kliennya dicecar penyidik dengan 35 pertanyaan yang bermuara pada tugas peliputan dan menggunggah video live streaming di lokasi kejadian saat itu.

Dasuki keberatan jika penyidik memakai cara temuan hukum dengan menyasar akun facebooknya harus terdaftar di Dewan Pers.  Penyidik tidak bisa memeriksa klien karena dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang kemerdekaan pers. “Penyidik belum paham hak imunitas wartawan saat melakukan tugas peliputan yang dilindungi aturan. Adukan ke Dewan Pers dulu untuk meminta rekomendasi apakah menyalahi KEJ,” beber dia.

Insiden kliennya, lanjut dia, dia berharap preseden buruk itu tidak terulang lagi bagi wartawan lain yang melakukan tugas peliputan. Pasalnya, Kapolri dengan Dewan Pers telah melakukan Memorandum of Understand (MOu) pada tahun 2015.

Atas insiden yang menimpa wartawan Pekalongan itu, Pemred Jateng Garuda Jateng Citizen Hadi Sulistyo akan melakukan aksi damai kepada sejumlah rekan sejawatnya. “Kita akan adakan aksi sebagai dukungan kepada wartawannya tidak bisa disentuh hukum, manakala melakukan tugas peliputan sesuai KEJ,” beber dia.

Berita Terkini